Olahraga Aktif Untuk Jantung Sehat
Dalam talkshow yang digelar Dinas Kesehatan DIY bersama TVRI, dr. Monika Putri Adinigsih, Sp.JP menjelaskan bahwa jantung memiliki batasan kemampuan yang harus diperhatikan saat beraktivitas fisik
Jantung merupakan organ vital yang bekerja tanpa henti untuk memompa darah ke seluruh tubuh, memastikan setiap jaringan dan sel memperoleh oksigen serta nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung fungsi hidup. Kondisi jantung yang sehat berperan penting dalam menjaga keseimbangan sistem tubuh secara keseluruhan sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan optimal. Sebaliknya, gangguan pada jantung, baik ringan maupun berat, dapat menimbulkan berbagai gejala seperti nyeri dada, sesak napas, mudah lelah, hingga pingsan mendadak yang berpotensi menurunkan kualitas hidup dan bahkan menyebabkan kematian.
Penyakit jantung merujuk pada sekelompok kondisi yang memengaruhi fungsi normal jantung dan dapat menimbulkan gangguan serius terhadap sistem peredaran darah. Jenis-jenis penyakit jantung meliputi penyakit jantung koroner, gagal jantung, aritmia, hingga penyakit jantung bawaan yang sudah ada sejak lahir. Setiap kondisi tersebut memiliki mekanisme dan dampak yang berbeda, namun sama-sama dapat mengganggu kemampuan jantung dalam memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh. Akibatnya, distribusi oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh menjadi tidak optimal, sehingga menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kelelahan, sesak napas, nyeri dada, hingga komplikasi berat seperti serangan jantung dan stroke. Penyakit jantung juga sering kali berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas pada tahap awal, sehingga banyak orang baru menyadarinya ketika kondisinya sudah cukup parah.
Penyakit kardiovaskular (PKV) adalah penyebab kematian paling umum di dunia. Diperkirakan 17 juta orang meninggal akibat PKV setiap tahun. Penyakit jantung koroner atau stroke merupakan penyebab utama kematian ini. Kesalahpahaman umum tentang PKV adalah bahwa penyakit ini lebih banyak menyerang orang di negara maju yang lebih bergantung pada teknologi dan menjalani gaya hidup yang kurang gerak. Namun, lebih dari 80% kematian terjadi di negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah. Untungnya, penyebab utama penyakit kardiovaskular adalah faktor-faktor yang dapat dimodifikasi, yang meliputi kurang olahraga, merokok, dan pola makan yang buruk. Sistem ekonomi suatu negara juga sangat terdampak oleh penyakit kardiovaskular — biaya pengobatannya tinggi dan kegagalan untuk mengobati penyakit tersebut tepat waktu mengakibatkan hilangnya produktivitas dan ketidakhadiran kerja yang lama.
Penyakit kardiovaskular, khususnya penyakit jantung, merupakan salah satu penyebab utama kematian dan gangguan kesehatan di Indonesia dan dunia, Menurut laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2023 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi penyakit jantung di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2023, prevalensi penyakit jantung koroner dan penyakit jantung iskemik mencapai sekitar 1,5% dari total populasi dewasa, meningkat dibandingkan Riskesdas 2018 yang melaporkan prevalensi sekitar 1,1%. Angka ini menunjukkan bahwa penyakit jantung terus menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia. Penyakit jantung menempati salah satu posisi utama dalam daftar penyakit non-komunikabel (PTM) yang memiliki dampak besar terhadap morbiditas dan mortalitas.
Gaya hidup yang kurang aktif dan kurangnya kesadaran akan pentingnya olahraga menjadi faktor risiko utama yang dapat memperburuk kondisi kesehatan jantung, Olahraga secara teratur terbukti efektif dalam meningkatkan fungsi kardiovaskular, mengurangi risiko penyakit jantung, dan menjaga kebugaran jantung secara keseluruhan. Setiap kali berolahraga, akan ada hasil memperkuat satu otot yang benar-benar tidak dapat ditawar untuk hidup yang sehat, yaitu jantung Anda. Faktanya adalah, menurut Laporan Kepala Badan Urusan Kesehatan Masyarakat A.S. tentang Aktivitas Fisik dan Kesehatan, orang-orang yang tidak menjalani gaya hidup aktif memiliki resiko menderita penyakit jantung hampir dua kali lebih tinggi daripada orang-orang yang bergaya hidup aktif. Fakta tersebut menunjukkan betapa pentingnya olahraga untuk mencegah penyakit jantung. Namun demikian, masih banyak masyarakat yang belum memahami cara melakukan olahraga yang aman dan menyehatkan jantung, serta bagaimana kondisi jantung setelah melakukan aktivitas fisik, Oleh karena itu, edukasi mengenai olahraga yang tepat sangat penting agar masyarakat dapat melaksanakan aktivitas fisik dengan benar dan meminimalkan risiko gangguan jantung pasca-olahraga.
Hari Jantung Sedunia diperingati dan dirayakan setiap tahun pada tanggal 29 September, dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan penyakit kardiovaskular dan cara mengendalikannya untuk mengurangi dampak globalnya. Antoni Bayés de Luna, adalah penggagas gagasan ini. Selain Hari Jantung, bulan September juga terdapat Hari Olahraga Nasional yang jatuh pada 9 September. Keberadaan 2 hari kesehatan dalam bulan yang sama ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mengoptimalkan olahraga di masyarakat untuk mewujudkan jantung yang sehat.
Dalam rangka mendukung upaya edukasi kesehatan tentang manfaat olahraga bagi kesehatan jantung jantung kepada masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta, serta memperingati Hari Jantung Sedunia Tahun 2025 dan Hari Olahraga Nasional 2025, Dinas Kesehatan DIY bekerja sama dengan TVRI telah menyelenggarakan acara Talkshow dengan tema “Olahraga rutin untuk jantung sehat”. Talkshow ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya olahraga aman dan menyehatkan jantung serta memberikan informasi ilmiah terkait kondisi jantung pasca-olahraga. Talkshow dilakukan non-live, dimana tapping dilaksanakan pada Kamis, 11 September 2025 pukul 10.00 WIB, sedangkan penayangan dilaksanakan pada Kamis, 11 September 2025 pukul 15.00 WIB dalam sesi Obrolan Tiap Saat (OTS).
Hadir sebagai narasumber adalah Dr. Krisnanda Dwi Apriyanto, S.Or., M.Kes yang menyampaikan materi tentang Olahraga yang Aman dan Menyehatkan Jantung dan dr. Monika Putri Adinigsih, Sp.JP yang menyampaikan materi tentang Kondisi Jantung Pasca Olahraga. Adapun beberapa point penting yang dibahas dari talkshow ini antara lain
- Olahraga baik bagi jantung, namun perlu diperhatikan kemampuan tubuh pada saat melakukan olahraga. Olahraga yang melebihi kemampuan tubuh justru akan berbahaya bagi tubuh.
- Semakin sering olahraga, maka tubuh akan semakin meningkat kemampuannya dalam melakukan olahraga yang lebih berat.
- Semakin rutin olahraga, jantung akan semakin sehat
- Jantung yang sehat adalah jantung yang mampu melakukan tugasnya memompa darah secara rutin ke seluruh tubuh.
- Jantung akan semakin bekerja keras Ketika tubuh meningkat aktivitasnya, dan jantung ada Batasan kemampuan. Jika peningkatan aktivitas fisik melebihi kemampuan jantung, akan berbahaya.
- Kemampuan jantung akan meningkat seiring dengan Latihan olahraga dan kemampuan jantung akan menurun seiring tidak dilakukannya Latihan olahraga.
- Pada saat olahraga, jika jantung sudah berdebar terlalu keras dan sesak nafas, untuk dihentikan dahulu atau dikurangi, karena itu merupakan ciri-ciri jantung mulai bekerja melebihi batas kemampuan.
- Diperlukan sesi pemanasan sebelum olahraga dan pendinginan setelah olahraga.
- Gerak dikatakan sebagai olahraga jika terprogram dan terukur.
Adapun konten video siaran tersebut, bisa diakses Kembali melalui Youtube pada Channel Dinas Kesehatan DIY

















_(1).png)